Senin, 02 Februari 2009

resensi buku fiksi

Resensi Buku

Judul Buku : Kick Andy-Kumpulan Kisah Inspiratif

Pengarang : Gantyo Koespradono

Penerbit : Bentang Pustaka

Lembar Halaman : 286

Kick Andy merebut hati penonton televisi karena program yang di bawakan “Kick Andy” di salah satu stasiun televisi swasta mengangkat berbagai kisah hidup manusia yang kadang sulit dipercaya benar-benar terjadi di sekitar kita. Berbeda dengan program-program televisi lain, yang lebih mengedepankan akal, Kick Andy mengajak kita menonton dengan hati.

Buku ini memuat kumpulan kisah yang ditayangkan di Kick Andy, yang mampu membuat kita termotivasi, terinspirasi, dan mensyukuri hidup yang sudah diberikan Tuhan. Kisah-kisah itu juga membuat kita mampu bangkit dari rasa putus asa dan menatap hidup dengan optimis.

Pertanyaan dari hati bukan untuk menghakimi, mempermalukan, juga tidak untuk memuji yang tak proporsional. Kick Andy adalah talkshow yang amat manusiawi dan menyentuh hati karena dalam bahasa dan caranya menggunakan hati.

Kick Andy Merupakan seorang pembicaraan yang serius tentang beragam seni kehidupan, dan sehingga setiap orang yang melihatnya terkesima oleh nya. Andy memiliki keistimewaan dibandingkan acara-acara lain. Keistimewaan Kick Andy adalah gayanya dalam wawancara dengan pertanyaan yang menantang. Daya tariknya berupa sikap tidak mengalah pada pandangan-pandangan konvensional.

GANTYO Koespradono penulis buku Kick Andy-Kumpulan Kisah Inspiratif adalah wartawan senior Media Indonesia alumnus Institut Ilmu Sosial dan Politik (IISIP) Jakarta. Dia bergabung di surat kabar itu sejak tahun 1989. Sebelum berkiprah sebagai jurnalis di Media Indonesia, dia pernah menjadi wartawan di majalah. Ekonomi Progres dan harian AngkatanBersenjata.

Selain aktif sebagai wartawan, Gantyo juga sempat mengajar sebagai dosen di almamaternya, IISIP Jakarta dan Universitas Paramadina, Jakarta. Semasa kuliah, Gantyo adalah aktivis kampus, tempat di mana host Kick Andy, Andy F. Noya kuliah.

motivasi dan pengembangan diri yang memberikan nilai edukasi, inspirasi dan semangat hidup. Gantyo menganggap setiap episode dalam Kick Andy merupakan cerminan dari buku-buku yang dibacanya. Oleh sebab itulah dia membuka hati, pikiran, dan tenaganya ketika Penerbit Bentang dan Tim Kick Andy berniat menuliskan episode-episode Kick Andy dalam sebuah buku. Banyak kisah manusia yang ditayangkan Kick Andy menggugah semangat Gantyo untuk ikut menyusun dan menulis buku ini.

Buku ini sangat menarik, karena buku ini merupakan rangakain kisah dari acara Kick Andy. Buku ini banyak mengajarkan kita bagaimana menghargai hidup. Begitu banyak hal-hal penting yang terdapat dalam buku “Kick Andy-Kumpulan Kisah Inspiratif” ini. Di dukung oleh sosok Andy F. Noya atau yang sering kita kenal dengan Kick Andy, pembawaan nya yang humoris, Tegas, namun tetap kritis dalam mengungkapkan pertanyaan dan argumennya.

Hal ini dapat kita lihat dari penyajian cover dari buku “Kick Andy-Kumpulan Kisah Inspiratif”, yang menampilkan gambar wajah dari Kick Andy itu sendiri, yang menjadi Inspirator bagi Sang Penulis.




Resensi Buku

Judul Buku : Dosa-Dosa Media Amerika

Penulis : Jerry D. Gray

Lembar Halaman : 251 Halaman

Penerbit : (UFUK PRESS)

PT. Cahaya Insan suci



“Mengungkap Fakta Kejahatan Media Barat”

Jerry D. Gray adalah merupakan salah satu peniliti komunikasi, Jerry mempunyai nama lengkap Jerry Duane Gray. Lahir pada tanggal 24 Septembar 1960 Weisbaden, Jerman. Pada awalnya Jerry merupakan lulusan sebuah Angakatan Udara dan sekolah pemeliharaan Pesawat Terbang Intensif. Namun karena kecintaannya pada Dunia Komunikasi dan Media, kini Jerry bernaung di bidang Media baik Lokal (Indonesia) maupun Media Internasional.

Dalam buku nya yang berjudul “Dosa-Dosa Media Amerika” Jerry membahas tentang kekejaman Media Barat yang pada waktu itu banyak memonopoli fakta dan kenyataan yang sebenar nya sehingga dalam kurung waktu yang cukup lama publik banyak yang tertipu oleh awak media barat.

Adapun dalam risetnya, Jerry menemukan banyak fakta mengenai media televisi korporat (khususnya di Amerika Serikat). Peristiwa-peristiwa dunia yang kerap kita saksikan lewat berita televisi telah pelintir, penuh dengan kebohongan dan tipuan. Media korporat Amerika telah mengalami pergeseran dari sarana yang melakukan berita aktual menjadi mesin propaganda terlepas dari kekeliruan maupun kebenaran. Tujuan reportase semacam ini menyesatkan cara pandang publik terhadap isu tersebut. Individu atau Jurnalis yang menyampaikan kisah “sesungguhnya” biasanya di deskreditkan melalui serangan yang di lancarkan berbagai agen media sekaligus.

Buku ini sangat bermanfaat bagi kita, buku ini juga membantu kita agar memahami tentang keberadaan media (Media Barat) yang kerap kali mebolak-balikan fakta tehadap berita (news) kepada publik.

Namun dalam buku ini juga bisa berpengaruh negative terhadap cara pandang seseorang terhadap awak media, karena menurut saya hal ini terjadi merupakan sebagian dari oknum-oknum awak media yang tidak bertanggung jawab, namun berimbas pada mereka khususnya awak media yang bekerja dengan kejujuran.

Menarik dari buku hasil karya Jerry ini adalah anatomi dari buku ini. Buku ini sangat menarik karena dalam penyajian cover menarik dengan menampilkan beberapa gambar atau tema yang menyesuaikan dengan isi buku tersebut. Adapun dalam beberapa penggalan materi pembahasan isi buku, Jerry menampilkan gambar-gambar yang cukup membuat hati kita getir, yaitu adanya gambar korban-korban kekejaman para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini tentu saja menjadi gambaran dan pembelajaran sesuai dengan buku ini kepada Media secara luas.

Kesimpulan yang saya ambil dari pembahasan resensi buku “Dosa-Dosa Media Amerika” bahwa dengan buku ini kita bisa belajar lebih banyak lagi tentang keberadaan Media yang kadang di salah gunakan yang terdampak sangat fatal bagi keseluruhan terutama publik secara luas. Adapun kebohongan-kebohongan Media Barat yakni kebohongan yang di sengaja atau Intentionally. Penyajian buku ini sangat menarik karena kita bukan hanya saja mencoba belajar dan memahami isi buku tetapi juga dapat melihat gambaran dari pengaruh Kejahatan Media Barat yang sangat amat membawa pengaruh dan dampak yang buruk bagi publik..

resensi buku

Resensi Buku

Judul Buku : Dosa-Dosa Media Amerika

Penulis : Jerry D. Gray

Lembar Halaman : 251 Halaman

Penerbit : (UFUK PRESS)

PT. Cahaya Insan suci

“Mengungkap Fakta Kejahatan Media Barat”

Jerry D. Gray adalah merupakan salah satu peniliti komunikasi, Jerry mempunyai nama lengkap Jerry Duane Gray. Lahir pada tanggal 24 Septembar 1960 Weisbaden, Jerman. Pada awalnya Jerry merupakan lulusan sebuah Angakatan Udara dan sekolah pemeliharaan Pesawat Terbang Intensif. Namun karena kecintaannya pada Dunia Komunikasi dan Media, kini Jerry bernaung di bidang Media baik Lokal (Indonesia) maupun Media Internasional.

Dalam buku nya yang berjudul “Dosa-Dosa Media Amerika” Jerry membahas tentang kekejaman Media Barat yang pada waktu itu banyak memonopoli fakta dan kenyataan yang sebenar nya sehingga dalam kurung waktu yang cukup lama publik banyak yang tertipu oleh awak media barat.

Adapun dalam risetnya, Jerry menemukan banyak fakta mengenai media televisi korporat (khususnya di Amerika Serikat). Peristiwa-peristiwa dunia yang kerap kita saksikan lewat berita televisi telah pelintir, penuh dengan kebohongan dan tipuan. Media korporat Amerika telah mengalami pergeseran dari sarana yang melakukan berita aktual menjadi mesin propaganda terlepas dari kekeliruan maupun kebenaran. Tujuan reportase semacam ini menyesatkan cara pandang publik terhadap isu tersebut. Individu atau Jurnalis yang menyampaikan kisah “sesungguhnya” biasanya di deskreditkan melalui serangan yang di lancarkan berbagai agen media sekaligus.

Buku ini sangat bermanfaat bagi kita, buku ini juga membantu kita agar memahami tentang keberadaan media (Media Barat) yang kerap kali mebolak-balikan fakta tehadap berita (news) kepada publik.

Namun dalam buku ini juga bisa berpengaruh negative terhadap cara pandang seseorang terhadap awak media, karena menurut saya hal ini terjadi merupakan sebagian dari oknum-oknum awak media yang tidak bertanggung jawab, namun berimbas pada mereka khususnya awak media yang bekerja dengan kejujuran.

Menarik dari buku hasil karya Jerry ini adalah anatomi dari buku ini. Buku ini sangat menarik karena dalam penyajian cover menarik dengan menampilkan beberapa gambar atau tema yang menyesuaikan dengan isi buku tersebut. Adapun dalam beberapa penggalan materi pembahasan isi buku, Jerry menampilkan gambar-gambar yang cukup membuat hati kita getir, yaitu adanya gambar korban-korban kekejaman para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini tentu saja menjadi gambaran dan pembelajaran sesuai dengan buku ini kepada Media secara luas.

Kesimpulan yang saya ambil dari pembahasan resensi buku “Dosa-Dosa Media Amerika” bahwa dengan buku ini kita bisa belajar lebih banyak lagi tentang keberadaan Media yang kadang di salah gunakan yang terdampak sangat fatal bagi keseluruhan terutama publik secara luas. Adapun kebohongan-kebohongan Media Barat yakni kebohongan yang di sengaja atau Intentionally. Penyajian buku ini sangat menarik karena kita bukan hanya saja mencoba belajar dan memahami isi buku tetapi juga dapat melihat gambaran dari pengaruh Kejahatan Media Barat yang sangat amat membawa pengaruh dan dampak yang buruk bagi publik..

Rabu, 26 November 2008

resensi novel 2

Judul Buku : “Behind The Scenes Story”

Pengarang : El Ovio

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Banyak Halaman : 185 halaman

Buku yang saya resensi ini adalah berjudul “BEHIND THE SCENES STORY”. Buku ini bercerita tentang kisah seorang remaja perempuan yang mempunyai cita-cita dan keahlian dalam bidang tulis menulis dan perfilman. Dan kisah ini juga di bumbui kisah cinta dan konflik dalam kehidupan remaja.

Adapun tokoh utama dalam cerita ini gadis remaja bernama Alfa Carmelita, siswi SMU ternama di Jakarta. Alfa adalah seorang remaja yang periang, kreatif, dan mempunyai cita-cita sebagai seorang penulis dan sutradara. Dan karena usaha nya yang tangguh, akhirnya hasil buah karya nya di angkat menjadi skenario sebuah sinetron remaja sebuah stasiun televisi ternama di Indonesia.

Hingga akhirnya Alfa bertemu dengan seorang pemuda bernama Ferick. Maka dari sini lah awal dari segala kisah cinta romantis dan konflik yang terjadi pada sepenggal perjalanan kehidupan Alfa antara cita-cita dan cinta.

Buku ini sangat menarik bagi para remaja, buku ini juga di kemas unik dan sangat menarik, ini dapat kita lihat dari cover buku dan judul buku nya yang menarik. Apa lagi setelah kita baca buku ini hingga akhir.

Cerita nya sangat menarik sesuai dengan realita cinta anak muda dan dengan di bumbui cerita-cerita joke yang lucu. Namun buku ini jga memiliki kekurangan yaitu, dalam penyajian bahasa masih terdapat penggunaan bahasa yang kurang baik. Atau lebih terkesan masih terdapat kata-kata yang agak monoton.

Tapi semua ini dapat tertutupi dengan cerita kisah remaja yang menarik minat pembaca tentang cita-cita dan cinta yang di alami oleh tokoh utama cerita pada buku novel remaja “Behind The scenes Story” karya El Ovio.

resensi novel

Judul Buku : “Cinta 2 Ego”

Pengarang : Christ Oetoyo

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Banyak Halaman : 153 Halaman

Buku yang saya resensi ini adalah berjudul “CINTA 2 EGO”. Buku ini bercerita tentang kisah cinta yang sudah sering terjadi di kalangan remaja, dan buku ini lebih menekankan kepada bagaimana keegosian dua anak manusia dalam menghadapi kehidupan, terutama dalam kehidupan percintaan.

Kisah ini di awali dari perkenalan yang tidak pernah terduga sebelum nya antara Tintan dan Oscar remaja SMU yang sedang di mabuk cinta remaja. Begitu banyak nya persamaan juga perbedaan di antara mereka membuat mereka tidak mampu memahami satu sama dengan yang lainnya. Oleh karena itu begitu banyak konflik juga kisah cinta romantis yang mereka alami dalam kehidupan Tintan dan Oscar.

Namun dengan berjalan nya waktu karena begitu sering dan banyak nya konflik di antara mereka. Hal ini sedikit demi sedikit membuat mereka menjadi dewasa dan memahami arti nya cinta, kasih sayang, dan pengertian.

Cerita dalam novel remaja yang bertajuk kisah cinta remaja ini sangat unik. Dimana para tokoh utama nya di tuntut harus saling mampu bertahan menghadapi keegosian yang lumrah di miliki oleh setiap manusia. Di cerita ini juga sang penulis pintar memainkan adrenalin pembaca dengan konflik cinta yang di suguhkan dalam cerita ini. Namun di balik semua ini, cerita ini juga mengingat kita bagaimana kita menahan rasa keegosian yang terkadang kita selalu sulit mengontrolnya baik dalam kehidupan cinta dan hal yang lainnya.

Namun cerita ini juga memiliki kekurangan, dari segi bahasa masih terdapat kata-kata yang monoton. Dan terdapat ilustrasi-ilustrasi yang tidak terlalu penting menurut saya dalam penyajian cerita dalam buku ini. Namun hal ini tidak terlalu berpengaruh kalau di bandingkan dengan cerita nya yang menarik minat pembaca ini.

Resensi Buku

Judul Buku : Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza

Penulis : Hernowo

Lembar Halaman : 276 halaman

Penerbit : Kaifa

Buku ini banyak menggambarkan manfaat asyiknya membaca dan memahami isi sebuah buku. Oleh karena itu penulis membuat judul tema bukunya yaitu “Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza”. Begitu banyak bab-bab yang mengangkat tema membaca, namun di sini saya mengambil salah satu bagian bab tentang “ Tiga Cara Ampuh Menjadikan Seorang Anak Gemar Membaca”.

“Tiga Cara Ampuh Menjadikan Seorang Anak Gemar Membaca” ialah yang pertama, berilah kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri anda agar mereka benar-benar dapat melihat anda sedang membaca buku.

Kedua, bagikanlah informasi-informasi yang bermanfaat yang anda peroleh dari kegiatan membaca anda kepada putra-putri. Anda.

Ketiga, pada saat anda membaca buku di rumah, cobalah sekali-kali membaca dengan suara yang keras supaya putra-putri anda mendengar bacaan anda.

Berikut ini adalah 4 tip Zahlier, utuk membuat orang tua yang tidak suka membaca buku di rumah bisa memulai membiasakan membaca buku dan menjadi teladan membaca bagi anaknya, yakni :

v Carilah topik bacaan yang di sukai oleh seluruh anggota keluarga setiap hari.

v Milikilah buku-buku dan pasanglah buku-buku itu di rumah secara atraktif.

v Berusahalah sekuat daya untuk mematikan televisi dan kemudian membacalah.

v Berikanlah buku kepada anak-anak anda saat anda membaca sebuah buku.

v Perlakukan buku seperti makanan ( buku juga bisa di baca sedikit demi sedikit atau diemil dan dirasai “kelezatan” bahasanya)

Kurang lebih seperti ini lah isi dari bab “Tiga Cara Ampuh Menjadikan Seorang Anak Gemar Membaca” dari buku yang berjudul Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza.

Buku ini pada dasarnya sama seperti buku yang menyajikan ilmu pengetahuan khususnya dalam hal membaca. Buku ini memiliki kelebihan isi nya yang menarik dan juga bermanfaat bagi setiap orang yang membaca nya. Namun dalam keberadaan buku ini, banyak persepsi pro dan kontra khalayak yang berbeda-beda tentang tema judul buku “Andaikan Buku itu sepotong Pizza”.

biografi

Biografi Kahlil Gibran (1883-1931)

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang sering mengalami bencana alam. Maka tak heran sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam. Inilah yang banyak menginspirasikan tulisan-tulisannya tentang alam.

Sejak awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekedar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian di tuangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. saat itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, “Spirits Rebellious” ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang menyerang orang-orang yang di lihatnya. Akibatanya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba di anggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tetindas di Asia Barat.

Sebelum tahun 1912 “ Broken Wings” telah di terbitkan dalam bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering di anggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh “Broken Wings” terasa sangat besar di Dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang menomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang di atur dalam perkawinan. Cetakan pertama “Broken Wings” ini di persembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan pengusaan Bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimannya.

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam Bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”. Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam “The Madman”. Setelah “The Madman”, buku Gibran yang Berbahasa Inggris adalah “Twenty Drawing”, 1919; “The Forerunne”, 1920; dan “Sang Nabi” pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, di tulis dalam bahasa Arab, namun tidak di publikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam Bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Gibran menyelesaikan “Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus The Son Of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, “Lazarus” pada tanggal 6 januari 1929. Setelah Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada tahun 1931. Karyanya yang lain “The Wanderee”, yang selama ini ada di tangan Mary, di terbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden oF the Propeth”.

Pada tanggal 10 april 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama gerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk di rawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent’s Hospital di Greenwich Village.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite dimana Gibran pernah melakukan Ibadah.

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia timur, karena ia telah banyak sekali membantuku.”